Buku Christopher R. Badcock berjudul “Strukturalisme dan Teori Sosiologi”
ini secara tidak terduga sebelumnya telah dianggap sebagai cara mudah untuk
memahami strukturalisme Levi Strauss. Pada saat itu Levi Strauss melalui karya
spektakulernya “Elementary Structure of Kinship” berusaha menjelaskan kesulitan
berpikir para ahli ilmu sosial atas karya Emile Durkheim terutama dalam hal
penjelasan atas agama primitive. Para ahli ilmu sosial ini rupanya kesulitan
memahami alur pemikiran Emile Durkheim. Menurut Emile Durkheim, masyarakat
primitive sebagai suatu masyarakat yang mistis, romantic, dan irrasional
sehingga dengan begitu Emile Durkheim lantas memberi judul karyanya tersebut
dengan nama “The Elementary Form Of Primitive Religious Life”. Christopher
R. Badcock membaca karya Levi Strauss dan menyebut bahwa strukturalisme sebagai
sebuah gerakan dalam ilmu sosial berasal dari klaimnya, yang secara implisit
ataupun eksplisit, memberikan wawasan atau kesadaran baru tentang hubungan
manusia, dan tingkah lakunya (Badcock, hal 1).
Melalui buku “Strukturalisme dan Teori Sosiologi” ini, Christopher R.
Badcock menjelaskan dasar-dasar alasan mengapa seorang Levi Strauss menggunakan
pendekatan linguistik untuk menjelaskan suatu kebudayaan masyarakat. Menurut
Christopher R. Badcock, Levi Straus berupaya membantah sekaligus mengkritik
karya Emile Durkheim. Sistem
kekerabatan, kata Levi-Strauss,
tidak ada dalam ikatan
keturunan atau consanguinity yang
nyata. Dia hanya ada dalam kesadaran manusia, dalam pikiran
manusia saja.
Jadi hubungan kekerabatan yang menjadi pokok
pembicaraan orang antropologi sosial dan kebudayaan adalah hubungan
“genealogis” yang eksistensinya diterima atau “diketahui” oleh seseorang, bukan
yang diterima atau diketahui oleh suatu disiplin ilmu. Jadi, landasan dari
sistem kekerabatan adalah teori kebudayaan pribumi yang ditujukan untuk menjelaskan
kenyataan bahwa wanita melahirkan anak. Sepanjang yang diketahui, tidak ada
satu masyarakat pun di dunia tanpa teori semacam ini.
Levi Strauss memandang budaya sebagai sistem simbolik yang dimiliki
bersama, dan merupakan ciptaan
pikiran (creation of mind)
secara kumulatif. Levi Strauss berusaha menemukan secara mendalam tentang
penstrukturan bidang kultural prinsip-prinsip
dari mind yang menghasilkan budaya
itu (dalam mitologi, kesenian, kekerabatan, dan bahasa). Kondisi material dari
mata pencaharian hidup dan ekonomi memberi kendala (bukan menentukan) bentuk
dunia yang kita hidupi ini. Khususnya dalam
mitologi, kondisi material tersebut membiarkan pemikiran tentang dunia berkuasa
secara bebas. Dunia fisik tempat manusia hidup memberikan bahan mentah yang
diperdalam lebih jauh oleh proses pemikiran yang universal ke dalam pola-pola
yang jauh berbeda secara substansif tapi sama secara formal.
Pikiran (mind) memaksakan
tatanan yang terpola secara kultural (satu tatanan serba-dua yang kontras, satu
tatanan hubungan dan transformasi) pada suatu dunia yang terus menerus berubah.
Jarak antara ranah kultural (di mana manusia memaksakan tatanan arbitrarinya) dan
ranah alam, adalah satu pusat utama serba-dua yang simbolik. “Alam Vs Budaya”
adalah satu konsep
yang paling mendasar dalam cara melihat kontras dalam hampir
semua waktu dan tempat.
Bukti-bukti fisik yang dilihat oleh masyarakat sederhana mengenai
sumbangan peranan sang laki-laki dan sang wanita yang disetubuhinya bagi
proses kehamilan, dan
anak yang dihasilkannya,
telah membuka tempat
bagi berbagai interpretasi kultural.
Demikian hasil pembacaan saya atas karya Christopher R. Badcock ini.
Saran dan kritik konstruktif selalu saya nantikan untuk perbaikan pemikiran
saya mengenai strukturalisme Levi Strauss.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar