31 Maret 2014

Review : Christopher R. Badcock “ Strukturalisme dan Teori Sosiologi”



Buku Christopher R. Badcock berjudul “Strukturalisme dan Teori Sosiologi” ini secara tidak terduga sebelumnya telah dianggap sebagai cara mudah untuk memahami strukturalisme Levi Strauss. Pada saat itu Levi Strauss melalui karya spektakulernya “Elementary Structure of Kinship” berusaha menjelaskan kesulitan berpikir para ahli ilmu sosial atas karya Emile Durkheim terutama dalam hal penjelasan atas agama primitive. Para ahli ilmu sosial ini rupanya kesulitan memahami alur pemikiran Emile Durkheim. Menurut Emile Durkheim, masyarakat primitive sebagai suatu masyarakat yang mistis, romantic, dan irrasional sehingga dengan begitu Emile Durkheim lantas memberi judul karyanya tersebut dengan nama “The Elementary Form Of Primitive Religious Life”. Christopher R. Badcock membaca karya Levi Strauss dan menyebut bahwa strukturalisme sebagai sebuah gerakan dalam ilmu sosial berasal dari klaimnya, yang secara implisit ataupun eksplisit, memberikan wawasan atau kesadaran baru tentang hubungan manusia, dan tingkah lakunya (Badcock, hal 1).
Melalui buku “Strukturalisme dan Teori Sosiologi” ini, Christopher R. Badcock menjelaskan dasar-dasar alasan mengapa seorang Levi Strauss menggunakan pendekatan linguistik untuk menjelaskan suatu kebudayaan masyarakat. Menurut Christopher R. Badcock, Levi Straus berupaya membantah sekaligus mengkritik karya Emile Durkheim. Sistem  kekerabatan,  kata  Levi-Strauss,  tidak  ada  dalam ikatan  keturunan  atau consanguinity yang nyata. Dia  hanya  ada dalam kesadaran manusia, dalam pikiran manusia saja.
Jadi  hubungan  kekerabatan yang menjadi  pokok  pembicaraan orang antropologi sosial dan kebudayaan adalah hubungan “genealogis” yang eksistensinya diterima atau “diketahui” oleh seseorang, bukan yang diterima atau diketahui oleh suatu disiplin ilmu. Jadi, landasan dari sistem kekerabatan adalah teori kebudayaan pribumi yang ditujukan untuk menjelaskan kenyataan bahwa wanita melahirkan anak. Sepanjang yang diketahui, tidak ada satu masyarakat pun di dunia tanpa teori semacam ini.
Levi Strauss memandang budaya sebagai sistem simbolik  yang dimiliki  bersama, dan merupakan ciptaan  pikiran (creation of mind) secara kumulatif. Levi Strauss berusaha menemukan secara mendalam tentang penstrukturan bidang  kultural prinsip-prinsip dari mind yang menghasilkan budaya itu (dalam mitologi, kesenian, kekerabatan, dan bahasa). Kondisi material dari mata pencaharian hidup dan ekonomi memberi kendala (bukan menentukan) bentuk dunia yang kita  hidupi ini. Khususnya dalam mitologi, kondisi material tersebut membiarkan pemikiran tentang dunia berkuasa secara bebas. Dunia fisik tempat manusia hidup memberikan bahan mentah yang diperdalam lebih jauh oleh proses pemikiran yang universal ke dalam pola-pola yang jauh berbeda secara substansif tapi sama secara formal.
Pikiran (mind) memaksakan tatanan yang terpola secara kultural (satu tatanan serba-dua yang kontras, satu tatanan hubungan dan transformasi) pada suatu dunia yang terus menerus berubah. Jarak antara ranah kultural (di mana manusia memaksakan tatanan arbitrarinya) dan ranah alam, adalah satu pusat utama serba-dua yang simbolik. “Alam Vs Budaya” adalah  satu  konsep  yang paling  mendasar  dalam cara melihat kontras dalam  hampir  semua waktu  dan  tempat.
Bukti-bukti fisik yang dilihat oleh masyarakat sederhana mengenai sumbangan peranan sang laki-laki dan sang wanita yang disetubuhinya bagi proses  kehamilan,  dan  anak  yang dihasilkannya, telah  membuka  tempat  bagi berbagai  interpretasi  kultural.
Demikian hasil pembacaan saya atas karya Christopher R. Badcock ini. Saran dan kritik konstruktif selalu saya nantikan untuk perbaikan pemikiran saya mengenai strukturalisme Levi Strauss.

Tidak ada komentar: